Fieldtrip Pembuatan Kompos dan Konservasi Sungai


Pada hari Selasa, 10 November 2009, kami murid-murid kelas 7 SMP Madania pergi untuk melakukan fieldtrip ke dua tempat, berdasarkan pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).

Dari fieldtrip ini, kami belajar cara pembuatan kompos dan keuntungannya, serta mengenai konservasi sungai serta sungai yang tercemar.

Konservasi Sungai

Saat fieldtrip, kami juga pergi ke Konservasi Sungai Pesanggrahan. Di sana kami melihat usaha orang-orang membersihkan pinggiran sungai yang tadinya penuh dengan sampah. Sekarang, tempat itu sudah penuh dengan pohon dan binatang.

Kali Tercemar dan Tidak Tercemar

Ciri-ciri kali yang tercemar adalah kali itu penuh dengan sampah. Atau, warnanya tidak alami, atau tidak bening. Warnanya bisa coklat, hijau, dll. Biasanya kali yang tercemar disebabkan oleh sampah yang dibuang oleh manusia. Atau, karena dekat dengan limbah pabrik. Jika kali itu dekat dengan tempat tinggal manusia, kali itu lebih sering tercemar. Biasanya, dari kali yang tercemar juga tercium bau yang tidak sedap. Kali yang tercemar tidak sehat untuk siapapun yang mengkonsumsinya. Kita bisa sakit jika minum dari situ. Dan, ikan-ikan tidak bisa hidup lagi di kali yang tercemar.

Ciri-ciri kali yang tidak tercemar kebalikannya. Kali yang tidak tercemar berwarna bening, dan bersih. Tidak terlihat sampah atau limbah. Serta, airnya sehat dan ikan-ikan bisa hidup di situ.

Ekosistem di Pinggir Sungai

Di pinggiran sungai, ada banyak makhluk hidup yang tinggal. Misalnya, tanaman seperti pohon, atau ikan-ikan, atau binatang seperti burung.

Di Konservasi Kali Pesanggrahan, banyak ditanam pohon di pinggir sungai. Pohon sangat berguna untuk ditanam di sana, karena selain bisa memberikan oksigen, pohon juga bisa menahan erosi atau longsor. Serta, pohon bisa menyerap air dari sungai ketika meluap sehingga tidak terjadi banjir. Karena itu di tempat yang baru kami kunjungi pinggiran sungai tertutup oleh pohon. Selain itu, gunanya pohon di pinggir kali adalah untuk tempat tinggal binatang seperti burung atau serangga-serangga.

Ikan-ikan di sana juga lumayan banyak. Ada berbagai jenis ikan yang bisa hidup di sungai air tawar. Jika kali itu tercemar, ikan-ikan bisa mati karena kekurangan oksigen. Di fieldtrip kemarin kami juga melepaskan ikan-ikan. Di sungai juga biasanya banyak serangga kecil. Ada banyak serangga yang bisa berenang atau tinggal di pinggir sungai. Mereka menggunakan air kali untuk minum.

Cara Melestarikan Bantaran Sungai

Sungai harus dilestarikan agar tidak tercemar dan bisa berguna bagi kita dan makhluk hidup lainnya.

Salah satu caranya adalah dengan menanam pohon. Pohon menjadi sangat berguna untuk kita dan sungai, begitu juga makhluk hidup yang lain. Jika kita menambah pohon, kita bisa menambah oksigen.

Cara melestarikan yang lain adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sungai yang banyak sampahnya bisa tercemar dan bisa menyebabkan banjir. Kita juga harus menyuruh orang lain untuk membuang sampah di tempat sampah.

Take care of the earth and she will take care of you.
– Author Unknown

Made by: Jeanly and Ayunda…

(picture from: http://bijisesawi.com/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s