Penyakit Kawasaki Yang Langka


Beberapa bulan yang lalu, aku harus ke Rumah Sakit Medistra tempat aku lahir untuk di-eco, karena saat aku berumur 3 tahun, aku pernah mengalami sebuah penyakit, namanya penyakit Kawasaki. Jadi untuk mengecek apakah aku masih mempunyai penyakit ini. Memang, bakteri atau virus biasanya suka menyerang kita, membuat kita sakit. Ada banyak sekali penyakit yang bisa kita temukan dan pernah alami. Salah satunya adalah Kawasaki ini.

Kejadiannya terjadi saat aku masih berumur 3 tahun. Saat itu, ibuku yang sering pergi-pergi sering mengajakku ke kantornya. Suatu saat, ibuku mengajakku ke Ciloto, Jawa Barat. Tapi, sepulang dari sana tubuhku mendadak menjadi panas, dan makin lama makin tinggi. Lalu, muncullah sebuah benjolan di bawah rahang kananku, besarnya sebesar bola golf. Walaupun sudah diberi obat dan atibiotik, aku tetaplah panas. Juga mataku memerah dan bengkak.

Di rumah sakit tempat aku lahir (Medistra), aku diobservasi. Ternyata aku hanya terserang demam dan perlu diberi infus. Tubuhku masih panas setelah dirawat di rumah sakit selama 4 hari. Di hari kelima, panasku mulai turun dan bibirku mulai pecah-pecah. Lalu, aku jadi kesakitan, sampai-sampai tidak bisa menggerakkan tubuhku. Telapak tangan dan kakiku jadi merah. Orangtuaku jadi sangat khawatir. Aku pun diperiksa oleh doktersuper spesialis kita, Profesor Sudigdo Satroasmoro, yang melakukan obsevasi. Akhirnya, bliau menyimpulkan kalau aku terserang sebuah penyakit langkan yang bernama Kawasaki. Ternyata, penyakitnya tidak menyakitkan tapi bisa membuat kematian mendadak karena serangan jantung. Obatnya adalah imunogloubin, tapi harganya adalah 5.000.000 per botol, dan aku butuh kira-kira 6 botol.

Setelah mendapat informasi-informasi dari internet, orangtuaku membeli obat itu. Sayangya, baru keluar pada hari ke-10, sedangkan hari se-10 itu hari Minggu. Jadi harus dibeli pada Senin pagi. Aku akhirnyadiberi infus imunogloubin jam 10.30, yang berlangsung selama 12 jam. Lalu, setelah itu aku tertidur. Besoknya, aku sembuh kembali. Aku pun belajar berjalan karena otot-ototku masih kaku setelah laam sekali berbaring di tempat tidur. Dua hari kemudian, aku boleh pulang.

Sampai sekarang, aku tetap sehat. Ini adalah penyakit terbesarku. Jika tidak ingin sakit, sebaiknya kita sering minum, makan makanan bergizi (seperti sayuran dan buah-buahan, serta makan nasi+lauk yang cukup dan teratur), istirahat yang cukup, dan olahraga yang teratur. Mudah, kok untuk menjadi anak yang sehat!

(Dari Majalah Femina, edisi 24/XXVIII 22-28 Juni 2000 ditambah sedikit info dari ortu)

2 thoughts on “Penyakit Kawasaki Yang Langka

  1. Wah, kok g pernah cerita? hebat kamu ttp tabah..hehe..
    ternyata kamu seneng nulis ya..hhe..
    Merry Christmas and and hv a hppy new year ya yuuun…

    Nadia

    Like

  2. salam kenal buat Ayunda

    Saya senang sekali membaca blog ini, mudah-mudahan kelak menjadi penulis handal.

    Mohon sampaikan salam buat ayahanda ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s